Halaman

Senin, 05 Desember 2011

Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang Ketuhanan Isa a.s.

Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang ketuhanan Isa:

Ali Imran 45

Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat [195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

Ali Imran 55

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Ali Imran 59

Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

An-Nisa 157-159

dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah , padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya.  Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (`Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti `Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

An-Nisaa`:171
    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

Al-Maaidah:072
   Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Al-Maaidah:075
   Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan.  Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

Al-Maaidah:116-117

 Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".


Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

At-Taubah:030-031
   Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
  
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah  dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Maryam 30

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

Asy-Syura:013
   Dia telah mensyari`atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Az-Zukhruf:059
   Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni`mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail

Az-Zukhruf:061
   Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
 Bagikan

Az-Zukhruf:063
   Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmatdan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".

Al-Hadiid:027
   Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah  padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

Ash-Shaaf:006
   Dan (ingatlah) ketika `Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."

Jadi jelaslah bahwa dalam alQuran telah dinyatakan bahwa nabi Isa a.s hanyalah seorang utusan Allah. Maka sampai kapanpun orang-orang nonmuslim yang suka mencari-cari ayat di Alquran untuk membuktikan ketuhanan Isa a.s itu tidak akan pernah ada, dan yang ada hanyalah asumsi mereka saja.

"Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Islam dan kristen [ J.P. Jones vs Albert Rumampuk ]"

"Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Islam dan kristen  
[ J.P. Jones vs Albert Rumampuk ]" 

[[ Note ini saya ambil dari Dokumen Forum diskusi Kristen - Islam ]]

 Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Kristen dan Islam

[Albert Rumampuk] : Tuhan memang Esa, tapi dalam keEsaan-Nya itu, ada semacam "kejamakan tertentu".

[Syahril Ariel] : Esa itu bersifat mutlak, bila sampai ada kejamakan maka tidak lagi bisa disebut Esa. Esa itu monotheism dan jamak itu politheism. bagaimana menurut anda??

[Welly Mainollo] : Kenapa tidak bisa ada yg jamak dalam suatu yg esa? Bahasa Ibrani dengan jelas membedakan Echad (esa-jamak) dan Yachid (esa-tunggal)... Shema Israel dalam ulangan 6:4 menggunakan Echad dan bukan Yachid.. tentu ini berarti sesuatu bukan?

[Albert Rumampuk] : Esa (Ibrani = Echad) bisa berarti 'satu gabungan'. Mengenai Kristen sembah berhala, NO WAY!

[Syahril Ariel] : echad itu artinya satu/1 jadi bersifat mutlak, sedangkan Yachid itu adalah tunggal yg berarti situasional. nah kristen penganut tritunggal, maka dia bukan penyembah Tuhan Yang Echad, melainkan yg Yachid.

[Albert Rumampuk] : Kej 2:24 - Adam dan Hawa menjadi satu (ECHAD) daging.

[Syahril Arie] :l apakah adam dan Hawa benar2 menjadi satu?? atau hanya sebuah perumpamaan saja??

[Albert Rumampuk] : Tuh contohnya Kej 2:24, Adam dan Hawa jadi satu (ECHAD). Apakah Echad berarti satu tunggal mutlak?? Kej 1:5 - gabungan dari petang dan pagi membentuk satu (ECHAD) hari.

[J.p. Jones] : Pak Mainollo & pak Rumampuk, mengingat anda berdua adalah gentile, cobalah anda check arti "echad" pada seorang rabbi.
http://www.jewsforjudaism.org/index.php?option=com_content&view=article&id=157%3A-in-what-sense-is-echad-one-used-in-the-...shema&catid=49%3Atrinity&Itemid=501
Coba anda check Gen 1:5
ויקרא אלהים לאור יום ולחשך קרא לילה ויהי ערב ויהי בקר יום אחד׃
Wa yiqera` elohim le owr yowm walachosek qara` layilah wayehiy ‘ereb wayehiy boker ECHAD yowm
Dan Allah menyebut terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, hari ……satu atau manunggal??????????

ולעבר ילד שני בנים שם האחד פלג כי בימיו נפלגה הארץ ושם אחיו יקטן׃
Wa le’eber yuwlad sheniy baniym shem ha`ECHAD peleg kiy biyamow nipelegah ha aretz was hem achiyuw yaqetan.
Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang …satu atau manunggal ???? ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan

[Albert Rumampuk] : "Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama." kEJ 1:5 Kata 'pertama' pada ayat itu disebut ECHAD. Berdasarkan konteks yg ada, maka kata itu tak bisa diartikan satu tunggal mutlak. Hari pertama (Echad), merupakan gabungan dari 'petang' dan 'pagi'.

[J.p. Jones] : Genesis 1:8 petang –pagi membentuk ….dua (sheniy) hari
Genesis 1:13... petang –pagi membentuk ….tiga (shloshah) hari
Genesis 1:19 petang-pagi membentuk ….empat (rebi’i) hari
Genesis 1:23 petang-pagi membentuk ….lima (chamiyshiy) hari
Genesis 1:31 petang-pagi membentuk ….enam (shishy) hari
Apakah angka-angka diatas adalah hasil gabungan petang -pagi???????

Back to Genesis 1:5 petang –pagi membentuk …. ( ) hari , diisi sendiri.


‎[Albert Rumampuk] : "Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua." Kej 1:8 Kata "kedua" (Ibrani=Sheniy). 'Hari kedua', jelas dihitung satu hari (sekalipun disebut 'hari kedua'). Satu hari itupun (hari kedua), merupakan gabungan dari 'petang' dan 'pagi'. Demikian seterusnya.

[J.p. Jones] : Coba anda terjemahkan literal - yowm echad = day one, yowm sheniy= day two……dst , bilangan-bilangan itu bermakna ANGKA atau gabungan petang pagi?

[Albert Rumampuk] : Menafsirkan satu kata, tentu harus berdasar pada konteks ayat yang dimaksud, bukan hanya asal mengartikannya secara literal. Kata2 Ibrani dan Yunani, biasanya punya banyak arti / makna. Arti yang mana yang harus digunakan, tentunya harus disesuaikan dengan konteks yang ada. Kata Echad jelas bukan 1 yang tunggal mutlak.

[J.p. Jones] : Apa referensinya claim anda bahwa echad bukan tunggal mutlak????
Setahu saya echad adalah מספר (mispar) bilangan / angka SATU.
Kurang yakin?
Silahkan anda click
http://he.wikipedia.org/wiki/1_(%D7%9E%D7%A1%D7%A4%D7%A8)
Artikel tentang ANGKA 1 (SATU) מספר-(mishpar) 1
Bagaimana 1 diucapkan/ dituliskan dalam hebrew?
check table sebelah kiri (dibawah artikel מספרים שלמים ) misepariym shlamiym –bilangan-bilangan utuh

lihat baris kedua, lihat kolom sebelah kanan במילים (bamilim- kata-kata) , kemudian lihat kolom sebelah kiri אחד (ECHAD) , אחת (ECHAT).

Jelas ECHAD adalah bilangan SATU

Masih kurang yakin?

Silahkan anda check Septuagint PL dalam greek yang ditulis sebelum kedatangan Jesus dan katanya dibaca orang Jahudi di tanah Judea (termasuk Jesus????).

Genesis 2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil SATU rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

וַיַּפֵּל֩ יְהוָ֨ה אֱלֹהִ֧ים׀ תַּרְדֵּמָ֛ה עַל־הָאָדָ֖ם וַיִּישָׁ֑ן וַיִּקַּ֗ח אַחַת֙ מִצַּלְעֹתָ֔יו וַיִּסְגֹּ֥ר בָּשָׂ֖ר תַּחְתֶּֽנָּה׃

21 wayapēl yəhweh ’ĕlōhîm tarədēmâh ‘al-hā’āḏām wa yîšān wayyiqqach ECHAT miṣṣalə‘ōṯāyow wayyisəgōr bāśār tachətennâh:

2:21 και επεβαλεν ο θεος εκστασιν επι τον αδαμ και υπνωσεν και ελαβεν μιαν των πλευρων αυτου και ανεπληρωσεν σαρκα αντ' αυτης

Genesis 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi SATU daging.

עַל־כֵּן֙ יַֽעֲזָב־אִ֔ישׁ אֶת־אָבִ֖יו וְאֶת־אִמּ֑וֹ וְדָבַ֣ק בְּאִשְׁתּ֔וֹ וְהָי֖וּ לְבָשָׂ֥ר אֶחָֽ

24 ‘al-kēn ya‘ăzāḇ-’îš ’eṯ-’āḇîw wə’eṯ-’immo waḏāḇaq bə’išətōw wəhāyû ləḇāśār ECHAD:
2:24 ενεκεν τουτου καταλειψει ανθρωπος τον πατερα αυτου και την μητερα αυτου και προσκολληθησεται προς την γυναικα αυτου και εσονται οι δυο εις σαρκα μιαν

אחד (echad) , אחת (echat).= μιαν MIAN (accusative, feminine)= ONE = SATU.

μίαν (MIAN) f
(cardinal) accusative feminine of ένας, (ONE).

http://en.wiktionary.org/wiki/%CE%BC%CE%AF%CE%B1%CE%BD

mia irregular feminine of eis ; ONE or first:--a (certain), + agree, first, one, X other.
eis (including the neuter (etc.) hen); a primary numeral; one:--a(-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some. Tidak ada kata mian yang bermakna manunggal , Greek punya vocabulary untuk menyatakan unity atau union
enotes from heis; oneness, i.e. (figuratively) unanimity:--unity.
Eph 4:3, Eph 4:13
νωσης = union (saya belum berhasil menemukan kata itu dalam bible)

‎[Albert Rumampuk] : Baik, saya beri contoh lagi supaya anda jelas:

Kejadian 2:24 – “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi SATU daging”.

The King James Version (Gen...esis 2:24): Therefore shall a man leave his father and his mother, and shall cleave unto his wife: and they shall be one flesh.

Commentari:

The New John Gill Exposition
of the Entire Bible: (and they shall be one flesh;)
“that is, ‘they two’, the man and his wife, as it is supplied and interpreted by Christ, (Matthew 19:5) and so here in the Targum of Jonathan, and in the Septuagint and Samaritan versions: the union between them is so close, as if they were but one person, one soul, one body; . . .”

Kata “satu” (Echad) pada ayat diatas, tak boleh dilepas dari konteksnya. “Satu” menerangkan kalimat sebelumnya yang menjelaskan adanya ‘persatuan’ 2 orang yaitu ‘seorang laki-laki’ dan ‘istrinya’. Ketika ‘laki-laki’ itu ‘bersatu’ dengan istrinya, mereka menjadi SATU / ECHAD daging (jangan diartikan secara hurufiah bahwa tubuh laki-laki dan istrinya itu melebur jadi satu) – bandingkan Matius 19:5-6. Jika kata Echad diartikan ‘satu yang tunggal mutlak’, maka itu akan menentang konteks yang ada yang menjelaskan adanya persatuan 2 orang (laki-laki dan istrinya). Jika anda hanya menyoroti kata “satu/Echad” lepas dari teksnya, maka anda tidak akan dapat memunculkan satu kebenaran, tapi justru ‘kebenaran’ yang dibuat-buat.

Perhatikan definisi kata Echad:
Definisi ‘Echad<0259>: 1) one (number)

a. one (number)
b. each, every
c. a certain
d. an (indefinite article)
e. only, once, once for all
f. one...another, the one...the other, one after another, one by one
g. first
h. eleven (in combination), eleventh (ordinal)
________________________________________
a numeral from 258; properly, united, i.e. one; or (as an ordinal) first:-a, alike, alone, altogether, and,
any(-thing), apiece, a certain, (dai-)ly, each (one), +
eleven, every, few, first, + highway, a man, once, one, only,
other, some, together,
see HEBREW for 0258

Arti yang mana yang bisa diambil / diterapkan pada ayat diatas, tentunya sekali lagi konteks sangat berperan penting. Jadi, kata Echad harus diartikan ‘satu gabungan’.

[J.p. Jones] : Saya sayangkan anda tidak menanggapi postingan s...aya January 16 at 11:36pm, anda hanya merefer komentar seorang gentile yang bernama John Gill.
http://en.wikipedia.org/wiki/John_Gill_(theologian).

John Gill mengkomentari ayat yang diclaim sebagai ucapan Jesus dalam Matthew 19:5 dimana Jesus mengutip Genesis 2:24 versi Septuagint, lalu ia mengapplikasikan kata mian – terjemahan kata ‘echad’ menurut tafsirannya untuk Deuteronomy 6:4.

Genesis 2:24 ενεκεν τουτου καταλειψει ανθρωπος τον πατερα αυτου και την μητερα αυτου και προσκολληθησεται προς την γυναικα αυτου και εσονται οι δυο εις σαρκα μιαν. (Septuagint)

Translit
eneken toutou kataleipsei anthrôpos ton patera autou kai tên mêtera autou kai proskollêthêsetai tên gunaika autou kai esontai oi duo eis sarka MIAN

Matthew 19:5 (codex sinaiticus)

και ειπεν ενεκα τουτου καταλιψι ανοϲ τον πρα και την μρα και προϲκολληθηϲετε τη γυνεκι αυτου και εϲοτε οι δυο ειϲ ϲαρκα μιαν

19:5 kai eipen eneken toutou kataleipsei anthrôpos ton patera [autou] kai tên mêtera kai proskollêthêsetai tê gunaiki autou kai esontai oi duo eis sarka MIAN

Translit
Bandingkanlah kedua ayat diatas perhatikan perbedaannya, diantaranya grammateus (penyalin) Codex Sinaiticus meringkas tulisan-tulisan πατερα dan μητερα serta tidak menulis kata αυτου setelah kata kata itu. (Dalam catatan gospel itu siapakah yang salah, kutipan sang grammateus atau Jesus tidak mengucapkannya secara verbatim??)

μιαν MIAN adjective - accusative singular feminine
eis : ONE -- a(-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some.

Disebutkan disitu MIAN = satu, tidak disebut ενωμένος = united, atau ενοποιημένο = unified atau ένωσης = union

Coba anda check arti kata μια – mia dalam bible apakah berarti ‘satu gabungan’????

Juga apakah dalam catatan bible Jesus mengapplikasikan kata ‘echad’ dalam Shema (Deut 6:4) bermakna ‘satu gabungan’???

Check bagaimana Jesus menyatakan Shema menurut catatan bible:

Mark 12:29 απεκριθη ο ιϲ οτι πρωτη εϲτι ακουε ιηλ κϲ ο θϲ ημων κϲ ειϲ εϲτι (Codex Sinaiticus)
translit.
apekrithe o is (singkatan iesous) oti prote pason ton entolon akoue iel (singkatan israel) ks (singk. kurios) o ths (singk theos) emon ks (singk. kurios) EIS estin

Jesus mengquote Deut 6:4 ...........…..ἄκουε ισραηλ κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν.(Septuagint)

.......akoue israel kurios o theos emon kurios EIS estin

Jesus menterjemahkan ‘echad’ = EIS (Greek).

εις adjective - nominative singular masculine
eis : ONE -- a(-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some

Apakah dalam catatan bible menurut Jesus eis = ‘satu gabungan’?

Matt 24:40 τοτε εϲονται δυο ε τω αγρω ειϲ παραλαμβανετε και ειϲ αφιετε
Tote esontai duo e to ayro EIS paralambenete kai EIS aphiete.

Trans. literal
Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang SATU akan dibawa dan yang SATU akan ditinggalkan;

Apakah make sense kalau EIS diartikan 'satu gabungan'????

Silahkan anda check kata EIS lainnya apakah diartikan 'satu gabungan'??


‎[J.p. Jones] : Coba anda baca lagi referensi yang anda postingkan
***
Definisi ‘Echad<0259>: 1) one (number)

a. ONE (NUMBER)
...b. each, every
c. a certain
d. an (indefinite article)
e. only, once, once for all
f. one...another, the one...the other, one after another, one by one
g. first
h. eleven (in combination), eleventh (ordinal)

Tidak ada yang mengharuskan kata ‘echad harus diartikan 'satu gabungan'.

Silahkan anda check arti lexicon ‘echad’ menurut Strong’s Concordance
(versi gentile)
a
Exo 16:33, Exo 33:5, Exo 36:21, Num 13:2, Jos 3:12, Jos 4:2, Jos 4:4, Jos 4:5, Jos 7:21, Jos 7:21, Jud 15:4, 1 Sam 1:5, 1 Sam 6:7, 1 Sam 7:9, 1 Sam 7:12, 1 Sam 9:15, 1 Sam 16:20, 1 Sam 24:14, 1 Sam 26:20, 2 Sam 2:18, 2 Sam 6:19, 2 Sam 6:19, 2 Sam 6:19, 2 Sam 18:11, 1 Ki 7:32, 1 Ki 19:4, 1 Ki 19:5, 1 Ki 20:13, 2 Ki 6:2, 2 Ki 12:9, 2 Chr 24:8, Job 42:11, Jer 51:60, Eze 8:7, Eze 8:8, Eze 33:2, Eze 40:42, Eze 40:42, Eze 43:13, Eze 48:1, Eze 48:2, Eze 48:3, Eze 48:4, Eze 48:5, Eze 48:6, Eze 48:7, Eze 48:23, Eze 48:24, Eze 48:25, Eze 48:26, Eze 48:27, Dan 8:3, Jonah 3:4, Zech 5:7

alike
Eccl 11:6

alone
Jos 22:20, 1 Chr 29:1, Eccl 4:10, Isa 51:2

altogether
Jer 10:8

an
Jos 3:13, Jos 3:16, 2 Sam 2:25, 1 Ki 13:11, 1 Ki 22:9, 2 Ki 25:19, Job 42:11, Jer 52:25, Eze 40:43

another
Exo 26:19, Exo 26:21, Exo 26:25, Exo 36:10, Exo 36:10, Exo 36:12, Exo 36:13, Exo 36:22, Exo 36:24, Exo 36:26, Exo 37:8, Exo 37:19, Deu 21:15, Jud 9:37, Jud 16:7, Jud 16:11, 1 Sam 10:3, 1 Sam 10:3, 1 Sam 13:18, 1 Sam 13:18, 1 Ki 18:6, Job 41:16, Eze 10:9, Eze 10:9, Eze 17:7, Eze 19:5, Eze 33:30, Eze 37:16, Eze 37:17, Eze 40:26, Eze 40:49, Eze 41:11, Dan 8:13, Amos 4:7, Zech 8:21

any
Lev 4:2, Lev 4:13, Lev 4:22, Lev 4:27, Lev 4:27, Lev 5:17, Lev 6:3, Num 15:27, Num 36:3, Deu 15:7, Deu 16:5, Deu 17:2, Deu 18:6, Deu 28:55, 2 Sam 2:1, 2 Sam 7:7, 1 Chr 17:6, Eze 16:5

certain
Jud 9:53, Jud 13:2, 1 Sam 1:1, 2 Sam 18:10, 1 Ki 20:35, 2 Ki 4:1, 2 Ki 8:6, Est 3:8, Dan 10:5

daily
Neh 5:18

each
Num 7:11, Num 7:85, Num 7:85, Num 29:14, Num 29:15, 2 Ki 15:20, 2 Chr 4:13

eleven
Deu 1:2, Jos 15:51, 2 Ki 23:36, 2 Ki 24:18, 2 Chr 36:5, 2 Chr 36:11, Jer 52:1

eleventh
1 Ki 6:38, 2 Ki 9:29, Eze 30:20, Eze 31:1

every
Exo 36:30, Num 28:21, Num 29:14, Jos 3:12, Jos 4:2, Jos 4:4, 1 Ki 7:30, 1 Ki 7:38, 1 Chr 27:1

few
Gen 27:44, Gen 29:20, Dan 11:20

first
Gen 1:5, Gen 2:11, Gen 8:5, Gen 8:13, Gen 8:13, Exo 28:17, Exo 39:10, Exo 40:2, Exo 40:17, Lev 23:24, Num 1:1, Num 1:18, Num 29:1, Num 33:38, Deu 1:3, 1 Ki 16:23, 2 Chr 29:17, 2 Chr 36:22, Ezr 1:1, Ezr 3:6, Ezr 7:9, Ezr 7:9, Ezr 10:16, Ezr 10:17, Neh 8:2, Job 42:14, Eze 10:14, Eze 26:1, Eze 29:17, Eze 31:1, Eze 32:1, Eze 45:18, Dan 1:21, Dan 9:1, Dan 9:2, Dan 11:1, Hag 1:1

fro
2 Ki 4:35

man
Jud 4:16, 1 Ki 4:7

none
Psa 139:16, Dan 10:21

once
Exo 30:10, Exo 30:10, Lev 16:34, Jud 16:28, 1 Ki 10:22, 2 Ki 6:10, 2 Chr 9:21, Job 33:14, Job 40:5, Psa 62:11, Psa 89:35, Prov 28:18, Hag 2:6

one
Gen 1:9, Gen 2:21, Gen 2:24, Gen 3:22, Gen 4:19, Gen 10:25, Gen 11:1, Gen 11:1, Gen 11:6, Gen 11:6, Gen 19:9, Gen 21:15, Gen 22:2, Gen 26:10, Gen 27:38, Gen 27:45, Gen 32:8, Gen 33:13, Gen 34:16, Gen 34:22, Gen 40:5, Gen 41:5, Gen 41:11, Gen 41:22, Gen 41:25, Gen 41:26, Gen 42:11, Gen 42:13, Gen 42:13, Gen 42:16, Gen 42:19, Gen 42:27, Gen 42:32, Gen 42:33, Gen 44:28, Gen 48:22, Gen 49:16, Exo 1:15, Exo 8:31, Exo 9:6, Exo 9:7, Exo 10:19, Exo 11:1, Exo 12:18, Exo 12:46, Exo 12:49, Exo 14:28, Exo 16:22, Exo 17:12, Exo 18:3, Exo 23:29, Exo 24:3, Exo 25:12, Exo 25:19, Exo 25:32, Exo 25:33, Exo 25:36, Exo 26:2, Exo 26:2, Exo 26:2, Exo 26:4, Exo 26:5, Exo 26:6, Exo 26:8, Exo 26:8, Exo 26:8, Exo 26:10, Exo 26:11, Exo 26:16, Exo 26:17, Exo 26:19, Exo 26:21, Exo 26:24, Exo 26:25, Exo 26:26, Exo 27:9, Exo 28:10, Exo 29:1, Exo 29:3, Exo 29:15, Exo 29:23, Exo 29:23, Exo 29:23, Exo 29:39, Exo 29:40, Exo 36:9, Exo 36:9, Exo 36:9, Exo 36:10, Exo 36:10, Exo 36:11, Exo 36:12, Exo 36:12, Exo 36:13, Exo 36:13, Exo 36:15, Exo 36:15, Exo 36:15, Exo 36:18, Exo 36:22, Exo 36:22, Exo 36:24, Exo 36:26, Exo 36:29, Exo 36:31, Exo 37:3, Exo 37:8, Exo 37:18, Exo 37:19, Exo 37:22, Lev 5:4, Lev 5:5, Lev 5:7, Lev 5:13, Lev 7:7, Lev 7:14, Lev 8:26, Lev 8:26, Lev 12:8, Lev 13:2, Lev 14:5, Lev 14:10, Lev 14:10, Lev 14:12, Lev 14:21, Lev 14:21, Lev 14:22, Lev 14:30, Lev 14:31, Lev 14:50, Lev 15:15, Lev 15:30, Lev 16:5, Lev 16:8, Lev 22:28, Lev 23:18, Lev 23:19, Lev 24:5, Lev 24:22, Lev 25:48, Lev 26:26, Num 1:41, Num 1:44, Num 2:16, Num 2:28, Num 6:11, Num 6:14, Num 6:14, Num 6:14, Num 6:19, Num 6:19, Num 7:3, Num 7:13, Num 7:13, Num 7:14, Num 7:15, Num 7:15, Num 7:15, Num 7:16, Num 7:19, Num 7:19, Num 7:20, Num 7:21, Num 7:21, Num 7:21, Num 7:22, Num 7:25, Num 7:25, Num 7:26, Num 7:27, Num 7:27, Num 7:27, Num 7:28, Num 7:31, Num 7:31, Num 7:32, Num 7:33, Num 7:33, Num 7:33, Num 7:34, Num 7:37, Num 7:37, Num 7:38, Num 7:39, Num 7:39, Num 7:39, Num 7:40, Num 7:43, Num 7:44, Num 7:45, Num 7:45, Num 7:45, Num 7:46, Num 7:49, Num 7:49, Num 7:50, Num 7:51, Num 7:51, Num 7:51, Num 7:52, Num 7:55, Num 7:55, Num 7:56, Num 7:57, Num 7:57, Num 7:57, Num 7:58, Num 7:61, Num 7:61, Num 7:62, Num 7:63, Num 7:63, Num 7:63, Num 7:64, Num 7:67, Num 7:67, Num 7:68, Num 7:69, Num 7:69, Num 7:69, Num 7:70, Num 7:73, Num 7:73, Num 7:74, Num 7:75, Num 7:75, Num 7:75, Num 7:76, Num 7:79, Num 7:79, Num 7:80, Num 7:81, Num 7:81, Num 7:81, Num 7:82, Num 8:12, Num 9:14, Num 10:4, Num 11:19, Num 11:26, Num 13:23, Num 14:15, Num 15:5, Num 15:11, Num 15:11, Num 15:12, Num 15:15, Num 15:16, Num 15:16, Num 15:24, Num 15:24, Num 15:29, Num 16:15, Num 16:15, Num 16:22, Num 17:3, Num 17:6, Num 28:4, Num 28:7, Num 28:11, Num 28:12, Num 28:12, Num 28:13, Num 28:15, Num 28:19, Num 28:22, Num 28:27, Num 28:28, Num 28:28, Num 28:29, Num 28:30, Num 29:2, Num 29:2, Num 29:4, Num 29:4, Num 29:5, Num 29:8, Num 29:8, Num 29:9, Num 29:10, Num 29:11, Num 29:16, Num 29:19, Num 29:22, Num 29:25, Num 29:28, Num 29:31, Num 29:34, Num 29:36, Num 29:36, Num 29:38, Num 31:28, Num 31:30, Num 31:34, Num 31:39, Num 31:47, Num 34:18, Num 35:30, Num 36:8, Deu 1:23, Deu 4:42, Deu 6:4, Deu 12:14, Deu 13:12, Deu 15:7, Deu 17:6, Deu 19:5, Deu 19:11, Deu 19:15, Deu 21:15, Deu 23:16, Deu 24:5, Deu 25:5, Deu 25:11, Deu 28:7, Deu 28:25, Deu 32:30, Jos 9:2, Jos 10:2, Jos 10:42, Jos 12:9, Jos 12:9, Jos 12:10, Jos 12:10, Jos 12:11, Jos 12:11, Jos 12:12, Jos 12:12, Jos 12:13, Jos 12:13, Jos 12:14, Jos 12:14, Jos 12:15, Jos 12:15, Jos 12:16, Jos 12:16, Jos 12:17, Jos 12:17, Jos 12:18, Jos 12:18, Jos 12:19, Jos 12:19, Jos 12:20, Jos 12:20, Jos 12:21, Jos 12:21, Jos 12:22, Jos 12:22, Jos 12:23, Jos 12:23, Jos 12:24, Jos 12:24, Jos 17:14, Jos 17:14, Jos 17:17, Jos 20:4, Jos 23:10, Jos 23:14, Jos 23:14, Jud 6:16, Jud 8:18, Jud 9:2, Jud 9:5, Jud 9:18, Jud 16:29, Jud 17:5, Jud 17:11, Jud 18:19, Jud 19:13, Jud 20:1, Jud 20:8, Jud 20:11, Jud 20:31, Jud 21:3, Jud 21:6, Jud 21:8, Ruth 1:4, Ruth 2:13, 1 Sam 1:2, 1 Sam 1:24, 1 Sam 2:34, 1 Sam 2:36, 1 Sam 6:4, 1 Sam 6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam 9:3, 1 Sam 10:3, 1 Sam 11:7, 1 Sam 13:17, 1 Sam 14:4, 1 Sam 14:5, 1 Sam 14:40, 1 Sam 16:18, 1 Sam 17:36, 1 Sam 22:20, 1 Sam 25:14, 1 Sam 26:15, 1 Sam 26:22, 1 Sam 27:1, 2 Sam 1:15, 2 Sam 2:21, 2 Sam 2:25, 2 Sam 3:13, 2 Sam 4:2, 2 Sam 6:20, 2 Sam 7:23, 2 Sam 9:11, 2 Sam 12:1, 2 Sam 12:1, 2 Sam 12:3, 2 Sam 13:13, 2 Sam 13:30, 2 Sam 14:6, 2 Sam 14:27, 2 Sam 15:2, 2 Sam 17:12, 2 Sam 17:22, 2 Sam 19:14, 2 Sam 23:8, 2 Sam 24:12, 1 Ki 2:16, 1 Ki 2:20, 1 Ki 3:17, 1 Ki 3:17, 1 Ki 3:25, 1 Ki 4:22, 1 Ki 6:24, 1 Ki 6:25, 1 Ki 6:25, 1 Ki 6:26, 1 Ki 6:27, 1 Ki 6:34, 1 Ki 7:16, 1 Ki 7:17, 1 Ki 7:18, 1 Ki 7:27, 1 Ki 7:34, 1 Ki 7:37, 1 Ki 7:37, 1 Ki 7:37, 1 Ki 7:38, 1 Ki 7:38, 1 Ki 7:38, 1 Ki 7:42, 1 Ki 7:44, 1 Ki 8:56, 1 Ki 10:14, 1 Ki 10:16, 1 Ki 10:17, 1 Ki 11:13, 1 Ki 11:32, 1 Ki 11:36, 1 Ki 12:29, 1 Ki 12:30, 1 Ki 14:21, 1 Ki 15:10, 1 Ki 18:6, 1 Ki 18:23, 1 Ki 18:25, 1 Ki 19:2, 1 Ki 20:29, 1 Ki 22:8, 1 Ki 22:13, 1 Ki 22:13, 2 Ki 3:11, 2 Ki 4:22, 2 Ki 4:22, 2 Ki 4:39, 2 Ki 6:3, 2 Ki 6:5, 2 Ki 6:12, 2 Ki 7:8, 2 Ki 7:13, 2 Ki 8:26, 2 Ki 9:1, 2 Ki 14:23, 2 Ki 17:27, 2 Ki 17:28, 2 Ki 18:24, 2 Ki 22:1, 2 Ki 24:18, 2 Ki 25:16, 2 Ki 25:17, 1 Chr 1:19, 1 Chr 11:11, 1 Chr 12:14, 1 Chr 12:38, 1 Chr 17:21, 1 Chr 21:10, 1 Chr 23:11, 1 Chr 24:6, 1 Chr 24:17, 1 Chr 25:28, 2 Chr 3:11, 2 Chr 3:17, 2 Chr 4:15, 2 Chr 5:13, 2 Chr 5:13, 2 Chr 9:13, 2 Chr 9:15, 2 Chr 9:16, 2 Chr 12:13, 2 Chr 16:13, 2 Chr 18:7, 2 Chr 18:8, 2 Chr 18:12, 2 Chr 18:12, 2 Chr 22:2, 2 Chr 28:6, 2 Chr 30:12, 2 Chr 32:12, 2 Chr 34:1, 2 Chr 36:11, Ezr 2:26, Ezr 3:1, Ezr 10:13, Neh 1:2, Neh 4:17, Neh 5:18, Neh 7:30, Neh 7:37, Neh 8:1, Neh 11:1, Est 3:13, Est 4:11, Est 7:9, Est 8:12, Job 2:10, Job 9:3, Job 9:22, Job 14:4, Job 23:13, Job 31:15, Job 33:23, Job 41:16, Psa 14:3, Psa 27:4, Psa 34:20, Psa 53:3, Psa 82:7, Psa 106:11, Prov 1:14, Eccl 2:14, Eccl 3:19, Eccl 3:19, Eccl 3:20, Eccl 4:8, Eccl 4:9, Eccl 4:10, Eccl 4:11, Eccl 4:12, Eccl 6:6, Eccl 7:27, Eccl 7:27, Eccl 7:28, Eccl 9:2, Eccl 9:3, Eccl 9:18, Eccl 12:11, S of Solomon 4:9, S of Solomon 4:9, S of Solomon 6:9, S of Solomon 6:9, Isa 4:1, Isa 5:10, Isa 6:2, Isa 6:6, Isa 9:14, Isa 10:17, Isa 19:18, Isa 23:15, Isa 27:12, Isa 27:12, Isa 30:17, Isa 30:17, Isa 34:16, Isa 36:9, Isa 47:9, Isa 66:8, Isa 66:17, Jer 3:14, Jer 24:2, Jer 32:39, Jer 32:39, Jer 35:2, Jer 52:1, Jer 52:20, Jer 52:21, Jer 52:22, Eze 1:6, Eze 1:6, Eze 1:15, Eze 1:16, Eze 4:9, Eze 9:2, Eze 10:9, Eze 10:9, Eze 10:10, Eze 10:14, Eze 10:21, Eze 10:21, Eze 11:19, Eze 18:10, Eze 19:3, Eze 21:19, Eze 23:2, Eze 23:13, Eze 33:24, Eze 34:23, Eze 37:16, Eze 37:17, Eze 37:17, Eze 37:17, Eze 37:19, Eze 37:19, Eze 37:22, Eze 37:22, Eze 37:24, Eze 40:5, Eze 40:5, Eze 40:6, Eze 40:6, Eze 40:7, Eze 40:7, Eze 40:7, Eze 40:8, Eze 40:10, Eze 40:10, Eze 40:12, Eze 40:12, Eze 40:26, Eze 40:42, Eze 40:44, Eze 40:49, Eze 41:11, Eze 41:24, Eze 42:4, Eze 43:14, Eze 45:7, Eze 45:11, Eze 45:15, Eze 46:17, Eze 46:22, Eze 48:8, Eze 48:31, Eze 48:31, Eze 48:31, Eze 48:32, Eze 48:32, Eze 48:32, Eze 48:33, Eze 48:33, Eze 48:33, Eze 48:34, Eze 48:34, Eze 48:34, Dan 8:3, Dan 8:9, Dan 8:13, Dan 9:27, Dan 10:13, Dan 10:13, Dan 11:27, Dan 12:5, Hos 1:11, Amos 4:7, Amos 4:7, Amos 4:8, Amos 6:9, Obad 1:11, Zeph 3:9, Hag 2:1, Zech 3:9, Zech 3:9, Zech 4:3, Zech 8:21, Zech 11:7, Zech 11:8, Zech 14:7, Zech 14:9, Zech 14:9, Mal 2:10, Mal 2:10, Mal 2:15, Mal 2:15

    
 only
1 Ki 4:19, Eze 7:5

other
Exo 17:12, Exo 18:4, Exo 25:19, Exo 25:33, Lev 5:7, Lev 12:8, Lev 14:22, Lev 14:31, Lev 15:15, Lev 15:30, Lev 16:8, Num 6:11, Num 8:12, Jud 16:29, Jud 20:31, 1 Sam 14:4, 1 Sam 14:5, 1 Sam 14:40, 2 Sam 12:1, 2 Sam 14:6, 1 Ki 3:25, 1 Ki 12:29, 1 Ki 18:23, 2 Chr 3:12, 2 Chr 3:17, Neh 4:17, Jer 24:2, Eze 40:6, Dan 12:5, Zech 4:3, Zech 11:7

prince
Num 34:18, Jos 22:14

some
Gen 37:20, 1 Sam 27:5, 2 Sam 17:9, 2 Sam 17:9, 2 Sam 17:12, 2 Ki 2:16, 2 Ki 2:16

thing
Lev 6:7

to
2 Ki 4:35

together
Ezr 2:64, Ezr 3:9, Ezr 6:20, Neh 7:66, Isa 65:25

The Following Have Multiple Hebrew Words Associated To A Single English Word

apiece
Num 17:6, 1 Ki 7:15

eleven
Gen 32:22, Gen 37:9

highway
1 Sam 6:12

once
Jos 6:3, Jos 6:11, Jos 6:14, 1 Sam 26:8

Jos 22:14
 

Sekali lagi tidak ada yang mengharuskan kata ‘echad harus diartikan 'satu gabungan'.


Kamis, 01 Desember 2011

MENJAWAB TUDUHAN MISKONSEPSI TRINITAS DALAM AL QURAN

Di antara keunggulan Islam adalah apabila berada pada posisi dicerca, dihina, dan dimarginalkan maka yang terjadi justru sebaliknya. Semakin Islam disudutkan maka semakin terlihat kebenaran ajaran dan kesesuaiannya dengan fithrah manusia. Agama ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan manusia dari berbagai kalangan menurut kadar akalnya masing-masing. Mungkin inilah rahasia mengapa Islam selalu berhasil menundukkan peradaban yang memusuhinya. Terbukti di sejumlah negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan negara Barat lainnya yang mengalami kondisi kekosongan spiritual, mulai menunjukkan geliat sebagian penduduknya menuju Islam. Munculnya kartun berisi penghinaan terhadap nabi di surat kabar Jylland Posten atau beredarnya film Fitna yang menghujat Islam hanya merupakan percikan kecil di antara kekhawatiran akan menguatnya syariat Islam di belahan dunia Barat.
Barat juga telah memunculkan sejumlah karya tulis yang menunjukkan kecemasan yang sama. Di antaranya adalah karya Robert Morey bertitle “ Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion”. Dari judulnya saja telah nampak sebuah wajah “ketakutan”. Hatta buku tersebut dikemas dengan “bergaya” sebagai karya tulis ilmiah, namun senyatanya isinya tidak seilmiah kemasannya. Motif kebencian dan islamophobia sedemikian menyeruak dan nampak berpengaruh terhadap obyektifitas kajian, tentu saja jika Barat masih mau berfikir tentang subyektif, obyektif, atau pun netralitas. Tidak mengherankan jika sejumlah kalangan muslim meminta buku tersebut dibredel dari peredaran. Namun menurut hemat penulis tindakan demikian kurang bijaksana. Justru buku tersebut merupakan sebuah simbol, asset, dan bukti monumental “kebencian” Barat yang katanya humanis. Fungsinya sebagai salah satu pijakan untuk melihat salah satu struktur dan pola pikir Barat dalam melihat Islam. Pada giliran selajutnya membalikkan keadaan dan akan semakin nampak keunggulan konsep Islam di antara yang lain.
Dalam salah satu tulisannya, Morey mempermasalahkan posisi Maryam dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 73-75 dan 116. Al Quran, dalam pandangan Morey, mengandung kesalahan kosep dalam mengungkapkan doktrin trinitas Kristen. Muhammad, tulis Morey, secara keliru menganggap bahwa umat Nashrani menyembah 3 (tiga) tuhan yaitu : Bapa, Ibu (Maryam), dan Anak (Isa).[1] Guna memperkuat argumentasinya, Morey juga mengutip pendapat Richard Bell dan Encyclopaedia Britanica yang menegaskan bahwa Al Quran memiliki kesalahan konsep tentang trinitas dan Muhammad sebagai penulis Al Quran kurang memahami hal tersebut.[2] Morey menambahkan bahwa umat Kristiani tidak pernah mengimani tiga Tuhan dan Maria bukan merupakan salah satu oknum dalam ketuhanan Trinitas sebagaimana konsep dalam Al Quran. Morey sendiri nampaknya telah menjadi sedemikian yakin dengan argumentasinya yang didukung oleh sejumlah ‘kebingungan’ penulis dari kalangan Islam tentang tafsir ayat tersebut.
Lantas, benarkah Al Quran telah salah ketika menyebutkan bahwa Maryam pernah disembah sebagai tuhan ?

FAKTA YANG DILUPAKAN

Ayat al Quran yang dipermasalahkan oleh Robert Morey adalah Surat Al Maidah ayat 73 sampai 75 sebagai berikut :
73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
74. Maka Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
75. Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu).
Juga ayat dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 sebagai berikut :
116. Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

Permasalahan pertama yang akan penulis bahas terkit dengan konsep penyembahan terhadap Maryam dalam dunia Kristen. Robert Morey secara tegas telah menolak posisi Maryam sebagai salah Tuhan dan satu satu oknum ketuhanan trinitas. Nampak bahwa Morey telah mempersulit dirinya sendiri pada tahap awal dengan menempatkan realsi antara penuhanan Maryam dengan keanggotaannya sebagi salah satu oknum trinitas.
Senada dengan Morey, Geoffrey Parrinder menyatakan bahwa ayat Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 adalah sulit dipahami dalam kekristenan. Menurut Parrinder pada abad V, Nestorius, seorang bangsawan Konstantinopel, telah memprotes penggunaan gelar ”ibu Tuhan” (theotokos, god-bearer) yang berkembang dan diterapkan kepada Maryam. Nestorius menyatakan, seharusnya digunakan kata ’ibu manusia’ Yesus (anthropotokos); ibu Kristus (cristo-tokos). Nestorius juga tidak bersedia mengakui penggunaan frase seperti itu yang berarti bahwa ”Tuhan telah dilahirkan” dan ”Tuhan telah mengalami penderitaan” sebagaimana banyak digunakan pada hari ini. Nestorius mengajarkan bahwa Yesus adalah organ bejana dan kuil bagi anak Tuhan. Karena pemahaman inilah maka gereja Nestorian akhirnya terpisah.[3]
Bambang Noorsena, tokoh Kristen Orthodoks Syria, nampaknya juga memberikan pengakuan bahwa bentuk pseudotrinity yang terdiri dari Allah, Isa, dan Maryam adalah sebuah realitas yang pernah terjadi. Namun Noorsena membatasi bahwa reaksi Al Quran yang kerap kali krisi terhadap sejumlah keyakinan Kristen, tidak semua didasarkan atas kekristenan yang orthodoks. Penilaian Islam tentang Kristen, menurut Noorsena, tidak ditujukan pada kekristenan yang lurus dan benar, namun lebih ditujukan kepada praktik-praktik sekte-sekte Kristen yang sesat dan menyimpang (heterodoks).[4] Hakikatnya, Noorsena mengakui bahwa praktik penuhanan terhadap pribadi Maryam bukanlah sebuah omong kosong, namun merupakan fakta historis.

Sebagai sebuah realitas historis, sisa-sisa penyembahan terhadap Maryam masih dapat ditemukan hingga hari ini. Di sejumlah wilayah Eropa, termasuk Polandia, bahkan Inggris Raya dan Perancis Selatan, menurut survey yang dilakukan oleh Ean Begg pada tahun 1985, masih ditemukan patung bunda Maria yang berwarna hitam yang dikenal dengan sebutan black virgin atau Black Madonna.[5] Patung tersebut sengaja dibuat untuk dipuja atau disembah sebagai tuhan. Bahkan patun-patung tersebut selalu diasosiasikan dengan sejumlah situs pemujaan kaum pagan dari masa yang jauh lebih kuno.[6] Ditengarai bahwa penyembahan terhadap pribadi Maria merupakan hasil proses adopsi dan perkembangan dari pemujaan terhadap sejumlah dewi pagan yang memiliki kisah kehidupan sama persis dengan kisah Yesus dan Ibunya, Maria.
Dalam kebudayaan paganisme dikenal Bacchus (Dionysius) yaitu dewa matahari Yunani yang lahir dari kandungan seorang perawan bernama Demeter yang mengandung dari benih Dewa Jupiter tanpa hubungan badan. Bacchus lahir pada tanggal 25 Desember dan terbunuh untuk menebus dosa manusia. Dikisahkan pula bahwa Bacchus kemudian bangkit kembali dari kematiannya.[7]
Bangsa Mesir juga mengenal Osiris, dewa matahari yang lahir pada 25 Desember dari kandungan seorang perawan yang disebut ’Perawan Dunia’. Osiris memiliki 12 orang murid. Salah satu muridnya yang bernama Typhone berkhianat hingga menyebabkan kematian Osiris. Setelah bersemayam selama tiga hari dalam kuburnya, Osiris bangkit kembali dari kematiannya. Ia diyakini sebagai inkarnasi Tuhan dan merupakan salah satu dari oknum trinitas 3 Dewa di Mesir.[8]

Demikian juga dalam cerita mithologi yang lain tersebutlah Mithra yang lahir pada tanggal 25 Desember. Memiliki pemujaan yang dilakukan setiap hari Minggu. Mithra adalah seorang juru selamat yang menebus dosa manusia. Dia tidak disalib namun mengurbankan lembu suci yang darahnya mensucikan dan menebus dosa manusia. Lembu itu tidak lain adalah inkarnasi dari sang Mithra sendiri. Perayaan Mithra biasanya ditandai dengan keberadaan pohon terang.

Penyembahan terhadap sosok ibu Tuhan umumnya terjadi dalam kepercayaan pagan yang dsebutkan di atas. Masing-masing wilayah penyembah paganisme memiliki Tuhan Ibu dan Anak. Di Jerman, Hertha disembah sebagai ibu suci dengan anak dipangkuannya. Di Scandinavia, Disa disembah sebagai tuhan ibu dengan anak dipangkuannya juga. Sedangkan di Romawi purba, Venus atau Fortuna juga dipuja sebagi tuhan Ibu bersama Jupiter anaknya.[9]
Ralph Edward Woodrow dalam buku Babylon Mysteri Religion mengutip buku Frazer, The Golden Bought Volume 1 Halaman 356 menjelaskan fakta bahwa penyembahan terhadap Tuhan Ibu dan Tuhan Anak telah menyebar dan merasuk kepada masyarakat kerjaan Romawi dan sekitarnya. Hal tersebut iungkapkan oleh Woodrow sebagi berikut:

The Worship of Great Mother … very popular under the Roman Empire, unscriptions prove that the two (the mother and the child) receive divine honors, … not only in Italy and especially at Rome, but also in the provinces, particularly in Arican, Spain, Portugal, France, Germany, and Bulgaria”.[10]
Akibatnya bisa dipastikan, penyembahan Tuhan Ibu dalam Kristen tidak dapat dihindari setelah para penyembah berhala dari Romawi, Yunani, Babilonia, dan Mesir memeluk ajaran Kristen. Dalam agama barunya tersebut para mantan penyembah berhala tidak mendapatkan penylurn yang sesuai dengan semangat penyembahan Tuhan Ibu. Padahal mereka belum dapat sepenuhnnya meninggalkan ajaran paganisme. Woodrow menulis bahwa kompromi pun terjadi, pihak gereja mencarikn padnan terhadap figure ibu yang disembah oleh kaum mantan kaum pagan dalam khazanah kekristenan. Tuhan Ibu yang dimaksud tidak lain adalah Maria, Ibu Yesus.

One of the best example of such a carry over from paganism may be seen in the way the worship o the great mother continued – only in a slightly different form and with a new name. You see many pagans had been drawn to Christianity, but so strong was their adoration for the mother goddess, they did not want to forsake her. Compromising church leaders saw that if they could find some similarity in Christianity with the worship of the mother goddess, they could greatly increase their numbers … but who could replace the great mother of paganism ? Mary, of course was the most logical person for them to choose … little by little, the worship that had been associated with the pagan mother was transferred to Marry”.[11]
Maka tidak mengherankan pasca munculnya kritik Nestorius yang menolak istilah “bunda Tuhan”, gereja justru mengukuhkan posisi Maria sebagai Theotokos atau Ibu Tuhan dalam Konsili Efesus tahun 431 M. Salah satu butir yang dihasilkan dalam konsili tersebut adalah sebagai berikut : “Menurut pengertian bahwa kesatuan ini tidak mencampur adukkan, kami mengaku bahwa anak dara kudus adalah theotokos (bunda Allah), karena Allah Firman menjelma menjadi manusia dan sejak pembuahan-Nya menyatukan pada diri-Nya bait yang diambil daripadanya (Maria)”.[12]

Berdasarkan informasi Ibnu Patrick, seorang sejarawan dan padri Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan 2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites dan Remitim yang berpendapat bahwa Yesus dan Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain Bapa.[13] Selain itu terdapat aliran Ebionit yang secara jelas juga memuja Maria sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba tersebut dikenakan agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan. Dalam hal ini tradisi mereka mengenakan kulit domba sebagai pakaian mirip dengan tradisi kaum sufi generasi awal dalam Islam yang menutamakan kezuhudan. Gambaran tentang cara berpakain kaum Ebionit ini dapat kita lihat kemiripannya dengan kisah Perjanjian Baru dalam Ibrani 11: 37.

Tentang apakah penyembahan terhadap Maria adalah bentuk Kekristenan heterodoks yang menyimpang maka biar waktu yang akan menentukan. Sebab sejumlah pertarungan keyakinan yang medasar dalam dunia Kristen bahkan belum selesai hingga hari ini. Sebut saja pertarungan antara kaum Trinitarian dan Unitarian. Satu pihak mengakui trinitas dengan sejumlah argumentasinya dan dipihak lain menolaknya dan menganggap bahwa Yesus hanya seorang nabi dan bukan Tuhan. Sedangkan bagi seorang penganut Kristen, terkait masalah penyembahan dan Ketuhanan Maria tentu akan lebih menguntungkan jika hal ini terhapus saja dari ingatan sejarah. Masalah trinitas yang diakui mayoritas dunia Kristen hari ini juga bukan tanpa cacat sejarah. Konsili Nicea pada 325 Masehi, menurut informasi Ibnu Patrick, dihadiri oleh 2.048 orang peserta yang terdiri diri para uskup. 318 (tiga ratus delapan belas) orang diketahui sebagai pendukung konsep ketuhanan Yesus. Sedangkan 700 (tujuh ratus) orang uskup merupakan pendukung Arius yang menolak hakikat ketuhanan Yesus, dan sisanya memiliki sejumlah kepercayaan yang berbeda termasuk yang mempercayai Ketuhanan Maria. Namun, anehnya berkat prakarsa Kaisar Konstantin, hanya pendapat 318 orang (pendukung ketuhanan Yesus) tersebut yang kemudian dimenangkan. Jelas kaisar Konstantin telah emerankan agnda politik pribainya dengan sukses.
Lantas dimana letak kesalahan atau miskonsepsi Al Quran tentang trinitas Kristen ? Al Quran jelas dalam ayat tersebut tidak membahas tentang trinitas. Hal tersebut hanya merupakan bagian dari upaya Robert Morey dalam menyudutkan Islam. Namun jawaban atas pertanyaan ”apakah Al Quran telah salah ?” jawabannya adalah ”Tidak !”. Justru kehebatan Al Quran adalah mampu memberikan isyarat bagi pengungkapan kebenaran sejarah, dimana dunia pun telah berusaha secara maksimal untuk melupakannya.

PENUTUP
Tuduhan Robert Morey bahwa Al Quran memiliki kesalahan konsepsi tentang trinitas terbukti tidak benar. Konsep Trinitas dalam dunia Kristen sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa termasuk bersentuhan dengan sejumlah peradaban dan kepercayaan lainnya. Kebenaran lain yang terungkap justru teletak pada ketidakbenaran pemahaman Morey terhadap sejarah agamanya sendiri. Sehingga bukunya ”Islamic Invasion” sering diwarnai dengan pemahaman yang tidak berdasar. Sebuah pemikiran yang hanya lahir didasarkan pada kebencian fanatis yang menutup semua bentuk akal waras.

[1] Robert Morey. Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion. (Christian Scholar Press, Las Vegas, 1992). Hal 185
[2] Robert Morey. Ibid. Hal. 186
[3] Geoffrey Parrinder. Yesus dalam Quran. (Terj. oleh Ali Masrur, ett. all). (Bintang Cemerlang, Yogyakarta, 2002). Hal. 88
[4] Bambang Noorsena. Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Cetakan IX. (Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001). Hal. 6-7
[5] Burton L. Mack. The Lost Gospel: The Book of Q and Christian Origins. (Element Books, Shaftesbury, 1994). Hal. 51 dalam Lynn Picknet and Clive Prince. The Templar Revelation : Secret Guardians of The True Identity of Christ. Edisi Indonesia : The Templar Revelation : Para Pelindung Sejati Identitas Kristus. (Bantam Press, 1997). Terjemah oleh FX Dono Suhadi. Cetakan II. (Serambi, Jakarta, 2006). Hal. 121
[6] Lynn Picknett dan Clive Prince. Ibid. Hal. 33
[7] Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. Kristen dan Agama Berhala. (Modus Vol. 1 No. 9 Th. II/2004). Hal. 46
[8] Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. Ibid. Hal. 46
[9] Tim Redaksi. Tuhan Ibu dan Ibu Tuhan. (Modus Vol. 1 No. 5/Th. II/ 2004). Hal. 25
[10] Tim Redaksi. Ibid. Hal. 26
[11] Tim Redaksi. Ibid. Hal. 28
[12] Tony Lane. The Lion Concise Book of Christian Thought. (Lion Publishing, England, 1984). Edisi Indonesia : Runtut Pijar Pemikiran Kristiani. Terjemah oleh Conny Corputy. (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1990). Hal. 47
[13] Prof. Sjech Abuzahrah. Muhadlarat fi an Nasrabiyah. Edisi Indonesia: Tindjauan Tentang Agama Masehi. (AB. Sitti Sjamsijah, Surakarta, 1969). Hal. 140. Juga DR. Rauf Syalabi. Ya ahl al Kitab Ta’alaw ila kalimat sawa’. Edisi Indonesia: Distorsi Sejarah dan Ajaran Yesus. (Pustaka Alkautsar, Jakarta, 2001). Hal. 127

Jumat, 25 November 2011

"Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat "

"Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat "


Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (QS. Ali Imran:96)
Kita mungkin pernah bertanya kenapa solat harus menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, kenapa berdoa di area Ka'bah lebih Abdol atau di ijabah.? Ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :

1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Agama), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.

2. Dengan gambar foto pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat

4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.

5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi

Perenungan Sintesa (Ilmu Umum) :

1. Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya seperti dalam video tersebut.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).



Kesimpulan :
1. Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat…

Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka’bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :

1. Ka’bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti)
2. Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)
3. Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan (Baca Disini)
4. Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama
5. Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan Pentium 2 dan pentium 4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Allah Disempurnakan dari umat Ibrahim, Musa hingga Muhammad saw, Nabi Isa menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Muhammad menyempurnakan keduanya Dengan Al Qur'an. Hingga Kalian mengerti bahwa kita dulu adalah umat yang satu.

Minggu, 13 November 2011

"Diantara Mukjizat nabi Muhammad yg bisa kita saksikan"

[dari sebuah Postingan yg menarik dari mr J.P. Jones di Forum dialog K-I]


Bismillahirrahmanirrahim.

Ketika arah kiblat mengarah ke Baitul-Maqdis, di tahun kedua Hijrah waktu Rasul Allah SAW berada di Madinah beliau diperintahkan agar beliau berkiblat kearah Masjidil-Haraam di Mekkah, kemudian tempat itu menjadi kiblat bagi muslimin. Sejak itu Islam menyebar hingga datangnya pertolongan Allah dan kemenangan dan orang-orang masuk Diin- Allah (Agama Islam) dengan berbondong-bondong.

Lalu datanglah orang-orang Yaman sebagai muslimin, setelah itu Rasul Allah SAW mengutus para pengajar kepada mereka untuk mengajarkan Agama Islam, maka beliau mengutus Ali bin Abi Thalib RA ke Hamdan dan mengutus Mu’adh ibn Jabal ke Janad dan beliau mengirimkan utusan-utusan ke San’a, diantara mereka adalah Waber ibn Yuhannas Al-Khaza’i yang diutus sebagai perwalian atas kota San’a dimana Rasul Allah SAW telah memerintahkan beliau (Waber ibn Yuhannas Al-Khuza’i) untuk mendirikan mesjid dengan ciri tertentu Rasul Allah SAW telah memberikan ketetapan kepada beliau.

At-Tabarani meriwayatkan dalam Al Mu’jam Al Awsat: Waber ibn Yuhannas Al-Khuza’i telah berkata:” Rasul Allah SAW telah berkata kepadaku: “Apabila engkau membangun Mesjid San’a, bangunlah mesjid itu disebelah selatan bukit yang bernama -adh-Dhain.
Al-Hafizh Ar-Razy ia menulis dalam bukunya “At-Tariikh-us-San’a” (Sejarah kota San’a) bahwa Rasul Allah SAW telah memerintahkan kepada Wabr ibn Yuhannas Al-Anshari ketika beliau diutus Rasul Allah SAW ke San’a sebagai perwaliannya

Beliau bersabda: “Ajaklah mereka untuk beriman, apabila mereka mematuhimu untuk itu, maka syaria’tkanlah shalat, apabila mereka mematuhimu untuk itu, maka shalatlah dan bangunlah mesjid di Bustaani Bathan (Taman Bathan), dimana disana terdapat batu karang yang diselubungi (Ghamdan) dan mengarahlah kamu dari batu itu kearah bukit yang bernama Dhayn”. Dan Razi berkata: Rasul Allah telah memberi ketetapan kepada Waber untuk mendirikan diding-dinding Bathan untuk mesjid dan jadikanlah itu dari posisi dasar batu karang temboknya dan hadapkanlah mengarah ke Bukit Dhayn.

Bisa di check kesejarahannya:
http://www.islamictimes.co.uk/content/view/623/50/
http://books.google.com/books?id=95Q3AAAAIAAJ&pg=PA115&lpg=PA115&dq=badhan+walls&source=bl&ots=CTnLs_WCvq&sig=bJy5fkcz0EMqX5BoAljm4qNnIXw&hl=en&ei=kUz5TcrqHY7AgQfekriYDA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&sqi=2&ved=0CD4Q6AEwAw#v=onepage&q=badhan%20walls&f=false

Sekarang kita check keakurasian ketentuan Nabi Muhammad SAW, bahwa garis yang melintasi batu karang Ghamdan, bukit Dhain juga melintasi Ka’bah, alias berada dalam satu garis bujur
Mesjid San’a masih ada sampai sekarang, batu karang Ghamdan juga masih ada, bukit Dhain masih ada, dan setelah di check dengan satelit, melalui google earth bisa dicheck bahwa batu karang Ghamdan, bukit Dhain dan Ka’bah adalah berada dalam SATU GARIS BUJUR !!!. Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

Check disini :
http://www.youtube.com/watch?v=1r-K9bZqb6w

Perhatikanlah bagaimana nabi Muhammad SAW diawal abad ke VII CE tanpa GPS, tanpa peta, dapat dengan akurat menentukan arah qiblat Makkah – San’a yang berjarak 800 Km http://www.mapcrow.info/Distance_between_Sanaa_YM_and_Mecca_SA.html, sedangkan beliau sendiri berada di kota Madinah yang berjarak 380 km dari Makkah http://distancecalculator.globefeed.com/Saudi_Arabia_Distance_Calculator.asp
dan berjarak 1100 km dari San’a http://www.travelmath.com/flight-distance/from/MED/to/SAH

Darimanakah beliau mendapatkan informasi navigasi itu, kalau bukan petunjuk dari Allah SWT?
Apakah ini tidak termasuk mu’jizat yang bisa kita saksikan? “SUBHANALLAH”

Jumat, 04 November 2011

"Bodoh VS Pintar"

Bodoh VS Pintar Ala "Bob Sadino"

Dikutip dari Milis TDA

Sebuah Ukuran yang tepat mengenai bodoh dan pintar bagi setiap orang pasti berbeda- beda. Kali ini mari kita melihat pandangan Pak Bob Sadino mengenai Bodoh dan Pintar yang seseorang dari kacamata Entrepuener/wiraswasta.



1. Terlalu Banyak Ide -
Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai -
Orang "bodoh"biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ? Karena orang "bodoh"sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar"telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis -
Sebagian besar orang "pintar"sangat
pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat
lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh"tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses -
Orang"Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar -
Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh"tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar,
bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi -
Orang "Pintar"menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai -
Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri -
Orang "Pintar"berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan -
Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus -
Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh"tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen -
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang"bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas -
Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh"mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas -
Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas -
Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampur adukan Keuangan -
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah -
Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan -
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga -
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk -
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.

"Menjadi "Orang Bodoh" atau "Orang Pintar" adalah pilihan, bukan Takdir"

Sabtu, 08 Oktober 2011

Catatan Prof. Jeffrey Lang, seorang mualaf Amerika Serikat

Prof. Jeffrey Lang, seorang mualaf Amerika Serikat

Seperti mualaf lainnya, saya tidak akan pernah bisa melupakan syahadat pertama saya. Kesaksian ini merupakan momen paling sulit tapi paling membebaskan dan kuat dalam hidup saya. Secara berangsur-angsur, saya menjadi lebih memahami banyak implikasinya, dan secara khusus saya mulai mengerti bahwa kesaksian itu memaklumkan bukan hanya ke-Esa-an Allah, melainkan juga kesatuan dan persamaan umat manusia. Tentu saja, temuan saya tentang hal ini sama sekali tidak orisinal. Prinsip egalitarian ini adalah tema yang sangat menonjol dalam ajaran-ajaran Islam sehingga tidak mungkin dihilangkan. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa setiap Muslim sangat siap untuk mengartikulasikannya. Akan tetapi, prinsip ini dapat diamati dengan jelas dalam tradisi dan interaksi keagamaan masyarakat Muslim. Karena itu, sama sekali tidak mengejutkan bila ajaran ini menjadi salah satu hal yang pertama kali menarik Malcom X dalam perjalanan ibadah hajinya ke Mekah. Ia menulis :

“Selama sepekan terakhir, saya betul-betul tidak bisa berucap sepatah-katapun dan terpesona oleh keanggunan yang ditampakkan di sekeliling saya oleh manusia dari seluruh suku bangsa -- Anda boleh saja terkejut kata-kata ini keluar dari saya. Tapi, dalam perjalanan haji ini, apa yang telah saya lihat dan alami memaksa saya untuk menata ulang sebagian besar pola pemikiran yang sebelumnya saya pegang, dan membuang beberapa konklusi sebelumnya – Barangkali jika orang-orang kulit putih Amerika bisa menerima ke-Esa-an Allah, mungkin juga mereka bisa menerima dalam kenyataannya kesatuan umat manusia – dan berhenti mengukur, menghalangi dan mencelakakan orang lain karena ‘perbedaan’ warna kulit mereka – Setiap jam di tanah suci memungkinkan saya memperoleh pengetahuan spiritual yang semakin besar tentang apa yang terjadi di Amerika antara orang-orang kulit hitam dan orang-orang kulit putih.”

Disini saya tidak mengatakan bahwa Islam menghapuskan prasangka-prasangka suku dan warna kulit. Klaim diatas lebih mengesankan bahwa Islam menghapuskan kejahatan. Sebaliknya saya ingin menegaskan bahwa Islam tidak mentoleransi prasangka-prasangka semacam itu dan bahwa ketika kaum Muslim mencampakkannya, mereka sadar betul bahwa mereka melanggar ajaran fundamental dalam agama mereka dan melakukan sebuah kesalahan yang serius. Dari semua agama besar di dunia, saya yakin bahwa tidak ada agama yang lebih berhasil dalam memerangi prasangka ras selain Islam. Saya telah melihat pertunjukan kekuatan Islam dalam hal ini, yang sangat bersifat pribadi dan membangkitkan semangat, beberapa minggu setelah menjadi seorang Muslim.

“Waktu itu ada pengajian yang diorganisasi oleh para mahasiswa Muslim University of San Fransisco, pembicara malam ini adalah Abdul Aleem Musa, yang waktu itu adalah imam mesjid an-Nur di Oakland, California. Ia menuturkan perjalanannya memeluk Islam, yang dimulai saat ia bergabung dengan gerakan Nation of Islam pada tahun enam puluhan dan kemudian beralih ke Islam otentik pada tahun tujuh puluhan. Orang-orang Muslim Amerika keturunan Afrika Oakland yang menyertainya menunjukkan reaksi mereka atas ceramahnya bahwa jalan mereka menuju Islam sangat mirip dengan jalan Aleem.

Secara fisik, Abdul Aleem adalah seorang yang sangat mengesankan. Ia kelihatan seolah-olah mampu bermain dengan ketat hingga akhir babak dalam permainan ‘San Fransisco Forty-Niners’. Ia sangat pandai dan cerdas, dan tentu saja bukan tipe orang yang bisa diremehkan. Dalam perjalanan menuju pengajian itu beberapa mahasiswa memberitahu saya bahwa Abdul Aleem dulunya adalah anggota kelompok Black Panthers dan mantan narapidana. Saya biasanya mencurigai kabar angin seperti ini. Akan tetapi, dari pembicaraannya, saya merasa bahwa, paling tidak, dia memiliki masa lalu yang kelabu. Sekalipun demikian, kebijaksanaan kata-katanya dan ketenangan yang kini diperlihatkannya membuat saya merasa bahwa ia telah menemukan kedamaian batin melalui keimanannya.

Ketika saya mendengar Abdul Aleem, saya teringat masa-masa remaja saya dan brutalitas perang ras yang mengerikan antara lingkungan tetangga saya dengan para pemuda kulit hitam seperti dirinya, dari daerah kumuh yang berdekatan. Saya membayangkan betapa berbahayanya ia waktu itu sebagai musuh – tipe musuh yang setiap orang berusaha sebaik mungkin tidak melihatnya ketika ia memasuki wilayah anda. Serentak saya merasa terinspirasi dan terancam, tersentuh tetapi juga bingung. Seluruh refleks dan rasa takut masa lalu yang saya pikir sudah lama saya tinggalkan di Bridgeport, Connecticut, kini kembali lagi datang kepada saya.

Pertanyaan pertama yang diajukan kepada Abdul Aleem ketika ia telah menyelesaikan ceramahnya berasal dari seorang mahasiswa Arab :”Apakah anda merasa bahwa Islam telah mengubah diri anda..?? Apakah Islam benar-benar telah mengubah hidup anda..?”

Pertanyaan itu mungkin biasa-biasa saja, tapi rupanya menyinggung masa lalunya yang kelabu. Paling tidak, inilah penafsiran saya, dan tampaknya demikian juga perasaan Abdul Aleem.

“Anda tidak tahu, berapa kali saya sudah ditanya tentang soal yang sama,” ia menghela nafas, sambil menggelengkan kepalanya hampir tidak percaya. “Orang tidak mengira bahwa hal itu benar-benar bisa terjadi, bahwasanya anda bisa merubah hidup anda”.

Ia berbicara pelan-pelan, mengukur kata-katanya, berusaha keras menguasai kebanggaannya yang terluka. Kemudian, dengan nada rendah yang memperlihatkan rasa frustasi memuncak ia berkata :”Orang sungguh tidak percaya dengan kekuatan Islam”.

Hadirin menjadi tegang dan menahan nafas, mengantisipasi luapan emosi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Mata Abdul Aleem menyelidiki ruangan, seolah-olah ia sedang mencari-cari orang yang mungkin bisa memahami atau membuktikan pendangannya. Tiba-tiba ia menatap Grant, seorang mualaf kulit putih Amerika lain yang duduk disebelah kiri saya. Kejadian berikutnya yang saya tahu adalah: ia menunjuk kami berdua.

Ia berseru, hampir berteriak, “Fakta bahwa ada orang-orang kulit putih seperti mereka ini, duduk disini dengan orang kulit hitam seperti kami, sebagai saudara – SAUDARA…!! – ketika sepuluh tahun lalu kami saling berbunuh-bunuhan di jalanan, menunjukkan kepada anda sekalian betapa Islam dapat mengubah hidup..!!”.

Seakan-akan dia dapat membaca pikiran saya, Grant dan saya adalah generasi yang sama dengan Abdul Aleem, dan raut wajah Grant mengatakan kepada saya bahwa ia dapat mengerti apa yang baru saja diucapkan Abdul Aleem. Setelah acara itu selesai, Abdul Aleem berjalan menghampiri kami berdua dan menyalami kami dengan tersenyum ramah dan dengan apa yang saya katakan ‘pelukan rangkap tiga Islam’. Itulah awal dari suatu hubungan yang amat penting bagi saya, Abdul Aleem menjadi sahabat dekat dan mentor saya, serta membantu saya menangani banyak jebakan dan kendala yang bisa mengancam keikhlasan seorang pendatang baru dalam Islam.

Ketika saya berjumpa dengan Abdul Aleem, saya baru saja memeluk Islam dan masih memerlukan banyak waktu untuk mendalami ajaran-ajaran Islam. Akan tetapi, pada malam itu, saya banyak belajar tentang egalitarianisme Islam. Dan saya belajar lebih banyak dari Abdul Aleem dalam bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya”.

Bisakah kaum Muslim menjadi fanatik dan penuh prasangka..?? tentu saja mereka bisa, dan sebagian besar dari mereka menjadi fanatik dalam waktu dan keadaan yang berbeda. Manusia menggeneralisasi dan berprasangka berdasarkan pengalamannya. Secara umum, kelangsungan hidup kita bergantung padanya. Kadang-kadang kita menyakiti orang lain dan diri kita sendiri ketika kita menyalah-gunakan kemampuan intelektual kita, tetapi kita mampu dan harus meluruskan dan belajar dari kesalahan-kesalahan kita. Berkali-kali saya menyaksikan kekuatan koreksi syahadat atas kaum Muslim. Saya telah melihat bahwa perbedaan kultural, ekonomi dan ras yang mencerai-beraikan mereka dan syahadat menyatukan mereka kembali sebagai saudara dan saudari dalam keimanan.

Dari buku : Bahkan Malaikatpun Bertanya. Membangun Sikap ber-Islam yang Kritis
                     Jeffrey Lang, Serambi, thn 1997.

Senin, 26 September 2011

Sejarah ucapan salam "As-Salaamu 'Alaikum" atau "Shalom Aleichem"

Sejarah ucapan salam "As-Salaamu 'Alaikum" atau "Shalom Aleichem"

Allah berfirman kepada Adam: "Pergilah dan ucapkanlah salam kepada para Malaikat yang sedang duduk itu, kemudian dengarkan jawaban mrk kepadamu, karena jawaban itu merupakan penghormatan bagimu dan penghormatan bagi anak cucumu". Maka Adam mengucapkan Assalamu ‘Alaikum. Mereka menjawab: Assalamu Alaika Warahmatullah”. (H.R Bukhari 6227, Muslim 2841).

Sabtu, 24 September 2011

"Isra' Mi'raj & Teori Relativitas "

Bismillahirrahmaanirrahiim....

 

Sejarah Islam mencatat peristiwa unik dan sulit dicerna akal, Isra dan Miraj. Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Masjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tempat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam. Prosesi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad termaktub dalam QS. 17.Al-Isra’ :1 yang berbunyi :

“Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)
Dan tentang mi’raj Allah menjelaskan dalam QS. An-Najm:13-18:

“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)
Rasulullah SAW melihat secara langsung.

Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung.

Mengenai pemahaman tentang Isra’ Mi’raj banyak kaum muslim yang masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar, yang terbagi dalam:

  • Pemahaman dgn beranggapan peristiwa isra’ Mi’raj hanyalah sekedar perjalanan ruh, spiritual atau metaphor journey Nabi Muhammad SAW tidak dengan jasad fisik. Pemahaman ini berpegang kepada surah Al Quran :
QS. 17 Al-Isra’ : 60 “Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu adalah sebagai ujian bagi manusia…”
  • Sebaliknya ada yang berpendapat, bahwa isra’ dari Mekah ke Bait’l-Maqdis itu dengan jasad atau physical journey. Sedang mi’raj ke langit adalah dengan ruh atau metaphor journey.
  • Pemahaman lain menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan dengan jasad (fisik) dan dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia karena merupakan peristiwa nyata.
Pemahaman secara fisik (physical journey).




ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Didalam pemahan secara fisika banyak orang mempertanyakan ke-shahih-an Isra` Mi`raj;  “ apakah mungkin manusia melakukan perjalanan sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari semalam?” . Kaum kafirpun telah menantang Rasulullah seperti  diberitakan dalam Al Quran dalam surat  Al-Israa: 93.

“Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
Dan  didalam Hadith

“Ketika orang-orang Quraisy tak mempercayai saya (kata Nabi SAW), saya berdiri di Hijr (menjawab berbagai pertanyaan mereka). Lalu Allah menampakkan kepada saya Baitul Maqdis, saya dapatkan apa yang saya inginkan dan saya jelaskan kepada mereka tanda-tandanya, saya memperhatikannya….” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).
dan banyak Hadith hadith lainnya.

Hubungan  antara peristiwa perjalanan Isra’ Mi’raj dengan  teori relativitas.

Diantara keduanya terdapat faktor persamaan dan perbedaan didalam proses kejadian,

persamaan kedua kisah antara lain:

•    Keduanya  membahas  perihal  perjalanan atau journey dari Bumi ke luar angkasa lalu kembali ke Bumi.

•    Keduanya  membahas  penggunaan  faktor “Speed” atau “kecepatan”  tinggi  didalam  pemberitaannya

•    Konsep mengenai perpisahan antara  dua manusia (atau lebih) digunakan sebagai bahan pokok  atau object pembahasan didalam kedua cerita.

Dalam Isra Miraj, Rasulullah meninggalkan kaumnya di bumi untuk bepergian ke ke Majidil Aqsha  lalu ke Langit ketujuh, dalam kasus teori relativitas menceritakan tentang dua saudara kembar A dan B, dimana saudara kembar B bepergian keluar angkasa.

Sampai disini dari hal hal tersebut diatas, kita  sudah dapat mengambil kesimpulan secara gamblang,  bahwa peristiwa Isra Miraj adalah benar. Bagaimana mungkin seorang  manusia  yang ummi  14 Abad yang silam dapat membuat sebuah cerita atau teori yang dapat dibuktikan didalam abad ke 20 dengan sedemikian detailnya. Dengan kata lain tidak mungkin Rasulullah  SAW mencontoh teori Albert Einstein yang lahir sesudahnya (?).

Teori Relativitas.

Theori Relativitas membahas mengenai Struktur Ruang dan Waktu serta mengenai hal hal yang berhubungan dengan Gravitasi. Theori relativtas terdiri dari dua teori fisika, relativitas umum dan relativitas khusus. Theori relativitas khusus  menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari perspektif pengamat yang  bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan fenomena terkait. Sala artikel ini hanya dibahas theori relativitas khusus dan Efek yg  disebut dilatasi waktu (dari  bahasa Latin: dilatare “tersebar”, “delay”).


Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan mathematik:



t’ = waktu benda yang bergerak

t = waktu benda yang diam

v = kecepatan benda

c = kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya waktu menjadi mundur (-t’).

Kisah perjalanan Si Kembar atau  dilatasi waktu.

Twin Paradox adalah suatu theori hasil pemikiran (Gedankenexperiment atau thought experiment) oleh Albert Einstein berbasis theori relativitas khusus yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan para pakar fisika. Theori tersebut secara keseluruhan menggambarkan kisah perjalanan dua saudara kembar yang berpisah. Salah seorang dari saudara kembar (A) tersebut tinggal di Bumi dan saudara kembar lainnya (si traveler(B)) terbang keluar angkasa kesebuah planet di tata surya yang jauh dengan kecepatan cahaya dan kembali kebumi dengan kecepatan yang sama. Setelah mereka bertemu kembali dibumi mereka menemukan fakta bahwa umur si kembar yang mengadakan perjalanan (si traveler) lebih muda daripada umur saudaranya (A) yang tetap tinggal dibumi, disebabkan si traveler mengalami phenomenon time dilation atau fenomena dilatasi waktu  dalam perjalanannya.

Time dilation (dilatasi waktu) adalah fenomena, dimana seorang Observer disatu titik melihat, bahwa jam dari orang yang bergerak dengan cepat menjadi lebih lambat (atau cepat), sebenarnya hal tersebut tergantung dari frame of reference dimana dia berada. Time dilation dapat di ketahui hanya apabila kecepatan mengarah kepada kecepatan cahaya dan sudah dibuktin secara akurat dengan unstable subatomic particle dan precise timing of atomic clocks.

Pembuktian teori relativitas.

Studi tentang sinar kosmis merupakan satu pembuktian teori ini. Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik. Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu? Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Pembuktian selanjutnya terjadi pada tahun 1971,  perbedaan waktu (time dilation) di twin paradox theori tersebut telah dibuktikan melalui “Hafele-Keating-Experiment” dengan menggunakan 2 buah jam yang berketepatan tinggi (High precision Cesium Atom clocks) yang di set awal pada waktu yang sama.

Experiment tersebut menghasilkan perbedaan waktu pada kedua jam tersebut, antara jam yang diletakkan di pesawat Intercontinental yang bergerak terbang kearah timur / barat dengan jam referensi yang diletakkan di U.S. Naval Observatory di Washington, waktu jam di pesawat berkurang/bertambah tergantung dari arah penerbangan.





Relativ terhadap jam di Naval Observatory, jam dipesawat berkurang waktu 59+/-10 nanoseconds dalam penerbangan ketimur, dan mengalami pertambahan waktu 273+/-7 nanosecond pada penerbangan ke barat. Hasil empiris tersebut membuktikan theori twin paradox dalam tingkatan jam macroskopik.

Dengan adanya pembuktian pembukatian tersebut, berarti  Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara langsung atau tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah Al Quran tentang kisah  “perjalanan  Rasulullah SAW kelangit ketujuh dan kembali dalam  satu malam” adalah benar.   Terutama dalam segi dimensi WAKTU,  dalam perhitungannya memungkinkan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan Nabi Isa AS, ummat Islam mempercayai bahwa Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristen, memang tidak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya ketika itu. Bahkan beliau belum wafat. Nabi Isa akan kembali diakhir jaman, Apakah Nabi Isa juga mengalami perjalanan dan dilatasi waktu serupa? Wallahu ‘alam bish shawwab.

Applikasi Teori Relativitas.

Salah satu aplikasi teori tersebut adalah alat GPS – Global Postioning System di Handphone anda merupakan applikasi hasil dari  theory relativitas umum dan relativitas khusus. Dalam hal ini jam satellite di orbit di bandingkan dengan jam di darat sebagai faktor koreksi pengiriman signal.

Akhirul kalam, saya menganggap bahwa pengetahuan akan adanya dilatasi waktu antar galaksi adalah suatu fenomena menarik bagi kaum muslimin. Fenomena inipun banyak terjadi pada peristiwa sehari-hari dan bahkan dipelajari oleh ilmuwan barat untuk mempelajari peristiwa di alam raya. Dan mestinya bukanlah sesuatu yang dilarang atau berlebihan untuk lebih memahami fenomena di alam. Untuk selanjutnya yang kita tunggu adalah adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk dapat mengungkapkan desain dari black hole dan wormhole yang gabungan keduanya mirip bentuk teratai (Sidrah atau Sidratul, dan bentuk otak pada tubuh manusia. Sehingga semua ini mudah-mudahan dapat meningkatkan ketakwaan kita dihadapan sang Pencipta.

Pustaka:

  • A New Astronomical Quranic Method for  The Determination of The Greatest Speed C).
  • Die Spezielle Relativitätstheorie.