Halaman

Tampilkan postingan dengan label masjidil haram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjidil haram. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

"Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat "

"Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat "


Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (QS. Ali Imran:96)
Kita mungkin pernah bertanya kenapa solat harus menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, kenapa berdoa di area Ka'bah lebih Abdol atau di ijabah.? Ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :

1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Agama), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.

2. Dengan gambar foto pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat

4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.

5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi

Perenungan Sintesa (Ilmu Umum) :

1. Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya seperti dalam video tersebut.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).



Kesimpulan :
1. Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat…

Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka’bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :

1. Ka’bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti)
2. Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)
3. Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan (Baca Disini)
4. Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama
5. Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan Pentium 2 dan pentium 4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Allah Disempurnakan dari umat Ibrahim, Musa hingga Muhammad saw, Nabi Isa menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Muhammad menyempurnakan keduanya Dengan Al Qur'an. Hingga Kalian mengerti bahwa kita dulu adalah umat yang satu.

Minggu, 13 November 2011

"Diantara Mukjizat nabi Muhammad yg bisa kita saksikan"

[dari sebuah Postingan yg menarik dari mr J.P. Jones di Forum dialog K-I]


Bismillahirrahmanirrahim.

Ketika arah kiblat mengarah ke Baitul-Maqdis, di tahun kedua Hijrah waktu Rasul Allah SAW berada di Madinah beliau diperintahkan agar beliau berkiblat kearah Masjidil-Haraam di Mekkah, kemudian tempat itu menjadi kiblat bagi muslimin. Sejak itu Islam menyebar hingga datangnya pertolongan Allah dan kemenangan dan orang-orang masuk Diin- Allah (Agama Islam) dengan berbondong-bondong.

Lalu datanglah orang-orang Yaman sebagai muslimin, setelah itu Rasul Allah SAW mengutus para pengajar kepada mereka untuk mengajarkan Agama Islam, maka beliau mengutus Ali bin Abi Thalib RA ke Hamdan dan mengutus Mu’adh ibn Jabal ke Janad dan beliau mengirimkan utusan-utusan ke San’a, diantara mereka adalah Waber ibn Yuhannas Al-Khaza’i yang diutus sebagai perwalian atas kota San’a dimana Rasul Allah SAW telah memerintahkan beliau (Waber ibn Yuhannas Al-Khuza’i) untuk mendirikan mesjid dengan ciri tertentu Rasul Allah SAW telah memberikan ketetapan kepada beliau.

At-Tabarani meriwayatkan dalam Al Mu’jam Al Awsat: Waber ibn Yuhannas Al-Khuza’i telah berkata:” Rasul Allah SAW telah berkata kepadaku: “Apabila engkau membangun Mesjid San’a, bangunlah mesjid itu disebelah selatan bukit yang bernama -adh-Dhain.
Al-Hafizh Ar-Razy ia menulis dalam bukunya “At-Tariikh-us-San’a” (Sejarah kota San’a) bahwa Rasul Allah SAW telah memerintahkan kepada Wabr ibn Yuhannas Al-Anshari ketika beliau diutus Rasul Allah SAW ke San’a sebagai perwaliannya

Beliau bersabda: “Ajaklah mereka untuk beriman, apabila mereka mematuhimu untuk itu, maka syaria’tkanlah shalat, apabila mereka mematuhimu untuk itu, maka shalatlah dan bangunlah mesjid di Bustaani Bathan (Taman Bathan), dimana disana terdapat batu karang yang diselubungi (Ghamdan) dan mengarahlah kamu dari batu itu kearah bukit yang bernama Dhayn”. Dan Razi berkata: Rasul Allah telah memberi ketetapan kepada Waber untuk mendirikan diding-dinding Bathan untuk mesjid dan jadikanlah itu dari posisi dasar batu karang temboknya dan hadapkanlah mengarah ke Bukit Dhayn.

Bisa di check kesejarahannya:
http://www.islamictimes.co.uk/content/view/623/50/
http://books.google.com/books?id=95Q3AAAAIAAJ&pg=PA115&lpg=PA115&dq=badhan+walls&source=bl&ots=CTnLs_WCvq&sig=bJy5fkcz0EMqX5BoAljm4qNnIXw&hl=en&ei=kUz5TcrqHY7AgQfekriYDA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&sqi=2&ved=0CD4Q6AEwAw#v=onepage&q=badhan%20walls&f=false

Sekarang kita check keakurasian ketentuan Nabi Muhammad SAW, bahwa garis yang melintasi batu karang Ghamdan, bukit Dhain juga melintasi Ka’bah, alias berada dalam satu garis bujur
Mesjid San’a masih ada sampai sekarang, batu karang Ghamdan juga masih ada, bukit Dhain masih ada, dan setelah di check dengan satelit, melalui google earth bisa dicheck bahwa batu karang Ghamdan, bukit Dhain dan Ka’bah adalah berada dalam SATU GARIS BUJUR !!!. Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

Check disini :
http://www.youtube.com/watch?v=1r-K9bZqb6w

Perhatikanlah bagaimana nabi Muhammad SAW diawal abad ke VII CE tanpa GPS, tanpa peta, dapat dengan akurat menentukan arah qiblat Makkah – San’a yang berjarak 800 Km http://www.mapcrow.info/Distance_between_Sanaa_YM_and_Mecca_SA.html, sedangkan beliau sendiri berada di kota Madinah yang berjarak 380 km dari Makkah http://distancecalculator.globefeed.com/Saudi_Arabia_Distance_Calculator.asp
dan berjarak 1100 km dari San’a http://www.travelmath.com/flight-distance/from/MED/to/SAH

Darimanakah beliau mendapatkan informasi navigasi itu, kalau bukan petunjuk dari Allah SWT?
Apakah ini tidak termasuk mu’jizat yang bisa kita saksikan? “SUBHANALLAH”