Kita berangkat dari cara berpikir umat Kristen apabila ditanya tentang eksistensi Tuhan yang bisa menjelma menjadi manusia dengan jawaban :”Terserah Tuhan donk, Dia khan Maha Kuasa, mau menjelma jadi manusia, mau jadi trinitas atau apapun tentu saja Dia bisa melakukannya”. Maka jawaban tersebut bisa juga dipakai untuk menjelaskan eksistensi Tuhan menurut Al-Qur’an, bahwa Tuhan juga punya Kuasa untuk menjadikan diri-Nya :
[42:11]…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
[112:4] dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Jadi kalau berdasarkan informasi dari sumber lain yang menyatakan bahwa Tuhan bisa saja menjelma menjadi apapun yang Dia mau, maka kita juga harus menerima bahwa Tuhan juga bisa ‘tidak setara dengan apapun’ atau juga ‘tidak menyerupai sesuatupun’, dan itu memang maunya Dia sesuai apa yang disampaikan dalam Al-Qur'an. Penjelasan kedua ayat ini memastikan bahwa eksistensi/wujud Tuhan tidak bisa dijangkau oleh panca indera kita, karena kalau bisa maka tidak sejalan dengan pernyataan tersebut.
Dalam ayat lain, Allah mengkonfirmasikan :
[6:103] Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Logika yang kita pakai untuk menerima Tuhan yang menjelma menjadi manusia karena Tuhan punya Kuasa untuk menjadi apapun yang Dia inginkan, bisa juga kita pakai untuk menerima pernyataan Al-Qur'an ini. Lalu menjawab pertanyaan : “Mengapa melalui Panca Inderanya tidak dapat mendeteksi KEBERADAAN TUHAN?”, kita robah menjadi :”Mengapa Tuhan tidak memberikan kemampuan kepada manusia untuk bisa melihat-Nya dengan panca indera..?” karena konsisten dengan alasan Kristen soal Kekuasaan Tuhan tadi, maka berdasarkan Kuasa-Nya tentu saja manusia akan bisa melihat wujud Tuhan, namun dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa Tuhan tidak memberikan kemampuan panca indera manusia untuk bisa menjangkau eksistensi-Nya. Apa alasannya..??? tentu saja Tuhan tidak perlu menjelaskan apa alasan Dia tidak memberikan kemampuan tersebut, karena berdasarkan Kuasa yang Dia miliki, Tuhan bisa berbuat apapun tanpa perlu repot-repot memberikan alasan.
[7:143] Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".
Keinginan nabi Musa tersebut karena beliau ingin memperkuat keimanan, namun akhirnya nabi Musa malah bertaubat karena meminta hal tersebut. Disini digambarkan bahwa keinginan untuk bisa melihat Allah dengan panca indera merupakan hal yang tidak baik. Selanjutnya Al-Qur’an menggambarkan keinginan melihat Allah oleh Fir’aun, namun dengan cara yang agak ‘lucu’ :
[40:36] Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, [40:37] (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
Dasar dari keinginan Fir’aun ini adalah dalam konteks ‘menantang’ Musa, Al-Qur’an menjelaskan bahwa perbuatan ini adalah perbuatan buruk, sekalipun Fir’aun menganggapnya baik. Selanjutnya Al-Qur’an menjelaskan keinginan manusia lain, yaitu kaum Yahudi umat nabi Musa yang ingin melihat Allah dengan panca indera, dasar dari keinginan ini adalah keingkaran, yaitu setelah Allah memberikan bukti keberadaan-Nya melalui ‘tanda-tanda’ yang disampaikan nabi Musa, namun Yahudi meminta lebih, ingin melihat Tuhan. Al-Qur’an menggolongkan tindakan ini adalah suatu kezaliman dan mendapat hukuman dari Allah :
[2:55] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".
[4:153] Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata : "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya,..
Kemudian ada satu ayat yang menggambarkan kondisi di akherat, yaitu penyesalan dari orang-orang yang tersesat di dunia :
[25:21] Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman".
Itupun dikatakan Al-Qur’an sebagai suatu kezaliman dan tindakan ‘memandang besar diri sendiri’.
Jadi kesimpulannya, Al-Qur’an menyampaikan bahwa Tuhan tidak memilih berdasarkan Kuasa-Nya agar manusia bisa menjangkau eksistensi-Nya dengan panca indera, dan Tuhan juga telah menetapkan bahwa keinginan ataupun permintaan untuk hal tersebut merupakan suatu kezaliman. Dari sisi manusianya sendiri, kita tentu boleh-boleh saja memikirkan apa alasannya, misalnya :”Melihat matahari saja mata kita tidak sanggup, bagaimana pula halnya kalau kita melihat Tuhan yang menciptakan matahari..??”. Tapi itu hanya berdasarkan akal pikiran kita sekalipun memang alasan tersebut masuk akal.
Lalu ada pertanyaan : “Bagaimana Al-Qur’an mengajarkan manusia sehingga dapat mengenal Tuhan yang tidak terdeteksi melalui panca indera manusia..?”. Yang bisa dideteksi dengan panca indera kita adalah tentang ‘tanda-tanda’ keberadaan Tuhan, dan bukan tentang eksistensi/wujud Tuhan itu sendiri. Tanda-tanda tersebut bisa dijangkau oleh panca indera kita dan juga akal pikiran kita. Malah melalui Al-Qur’an, Allah mewajibkan setiap manusia untuk mengamati dengan panca inderanya dan memikirkan dengan akal pikirannya terhadap ‘tanda-tanda’ keberadaan Tuhan ini, agar kita bisa meyakini bahwa Tuhan tersebut memang ada/eksis/wujud.
[41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
[41:39] Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
[40:81] Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?
[40:13] Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).
[2:164] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
[10:24] Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.
[57:17] Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.
Intinya adalah segala yang ada di alam semesta merupakan bukti tentang eksistensi Allah, tapi ini tentu hanya berlaku bagi orang yang melihat dengan ‘hati’ dan mampu berpikir :
[22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
[6:25] Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu."
[45:23] Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Ternyata yang dikatakan ‘mampu’ melihat tanda-tanda eksistensi Allah itu bukan hanya terbatas pada pandangan mata atau mendengar dengan telinga saja, tapi mata dan telinga yang dibimbing oleh hati yang tunduk dan tulus ingin mengetahui eksistensi Tuhan. Jadi tidak aneh kalau banyak mahasiswa sekolah seminari yang khusus mempelajari Al-Qur’an, sekalipun sudah membaca Al-Qur’an seluruhnya dan berkali-kali, namun karena dasarnya punya niat yang tidak baik, maka Al-Qur’an tidak akan bisa menjadi petunjuk agar mereka kembali kejalan yang benar, malah semakin dibaca semakin tersesat, dan yang rugi tentunya diri mereka sendiri. Sebaliknya bagi orang yang punya niat baik dan tulus, benar-benar ingin mengenal Allah dan ingin mendapat bimbingan-Nya, maka tidak perlu harus melihat Tuhan dengan panca indera, Allah akan memberikan bimbingan pengenalan kepada-Nya melalui tanda-tanda keberadaan Tuhan dan orang tersebut makin mengenal Allah tanpa harus melihat wujud-Nya :
[21:49] (yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.
[35:18] Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).
[5:94] Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.
Dengan konsep ketuhanan ini, kita bisa bertanya :”Apa akibatnya terhadap persepsi dan gambaran yang muncul dari seorang Muslim terhadap Tuhannya..?”. Katakanlah ketika seorang Muslim bersujud di tengan malam, sendirian , mengadu kepada Tuhannya tentang masalah yang tengah dihadapi, atau ketika seorang Muslim terjebak dalam situasi hidup mati dan tidak ada tempat atau sesuatu untuk minta tolong kecuali Allah, lalu Muslim tersebut berteriak :”Yaa..Allah, tolonglah hamba-Mu ini…!!”. Apa yang tergambar di kepalanya tentang wujud Tuhan..?? Saya pastikan TIDAK ADA SATUPUN MUNCUL WUJUD (BENTUK) DALAM PIKIRANNYA…, tapi yang ada adalah suatu keyakinan bahwa Allah itu ADA, Kekuasaan-Nya SANGAT DEKAT, Dia pasti MENDENGAR jeritan minta tolong si Muslim, Dia BERKUASA untuk menolong, kalau Dia sudah menolong TIDAK ADA SESUATUPUN YANG BISA MENGHALANGI. Begitulah eksistensi Tuhan yang selalu ada dalam hati setiap Muslim.
Sekarang kita berandai-andai kalau kita menjadi seorang Kristen. Ketika kita menyeru :” Yesus..!! tolonglah saya..!!”, apa yang tergambar dalam hati dan pikiran kita..??? Tentu saja akan muncul sosok laki-laki, berambut panjang, hidung mancung Eropah, ganteng, pakai janggut, mungkin telanjang cuma pakai sepotong kain. Atau kita berdo’a :”Bapa yang ada di surga..”, apa yang tergambar di kepala kita..?? tentu saja gambaran seorang tua berjanggut putih, pasti berkulit putih, mukanya teduh dan penuh senyum seperti muka pak Harto. Dimanakah Bapa..?? tentu saja bukan berada didepan atau disamping kita, tapi nun jauh di surga, diatas awan, Bapa melihat dari kejauhan. Kalaupun kita meminta :”Yaa Ruh Kudus….!!”, pasti gambaran yang muncul adalah seekor burung merpati yang turun dari langit. Lebih hebat lagi, bagaimana kalau kita menyebut ketiga-tiganya :”Bapa, Yesus dan Ruh Kudus…, tolonglah saya….!!”, gambarang yang muncul dalam hati dan pikiran adalah ketiga-tiganya berjejer dengan wujudnya masing-masing. Dan Kristen akan bersusah-payah menipu dirinya sendiri untuk ‘memblender’ ketiga wujud tersebut menjadi satu
"Segala artikel tentang dunia islam, pesantren, Debat islam - kristen, Diskusi Islam - Kristen, ilmu agama, budaya, hikmah, nasehat,kebenaran alquran,kebenaran hadits,renungan islami dan motivasi islami"
Tampilkan postingan dengan label Bantahan Trinitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantahan Trinitas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 Desember 2011
Senin, 05 Desember 2011
Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang Ketuhanan Isa a.s.
Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang ketuhanan Isa:
Ali Imran 45
Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat [195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
Ali Imran 55
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".
Ali Imran 59
Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
An-Nisa 157-159
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah , padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (`Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti `Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
An-Nisaa`:171
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
Al-Maaidah:072
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
Al-Maaidah:075
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
Al-Maaidah:116-117
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
At-Taubah:030-031
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Maryam 30
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
Asy-Syura:013
Dia telah mensyari`atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
Az-Zukhruf:059
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni`mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail
Az-Zukhruf:061
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
Bagikan
Az-Zukhruf:063
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmatdan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".
Al-Hadiid:027
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.
Ash-Shaaf:006
Dan (ingatlah) ketika `Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."
Jadi jelaslah bahwa dalam alQuran telah dinyatakan bahwa nabi Isa a.s hanyalah seorang utusan Allah. Maka sampai kapanpun orang-orang nonmuslim yang suka mencari-cari ayat di Alquran untuk membuktikan ketuhanan Isa a.s itu tidak akan pernah ada, dan yang ada hanyalah asumsi mereka saja.
Ali Imran 45
Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat [195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
Ali Imran 55
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".
Ali Imran 59
Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
An-Nisa 157-159
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah , padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (`Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti `Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
An-Nisaa`:171
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
Al-Maaidah:072
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
Al-Maaidah:075
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
Al-Maaidah:116-117
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
At-Taubah:030-031
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Maryam 30
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
Asy-Syura:013
Dia telah mensyari`atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
Az-Zukhruf:059
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni`mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail
Az-Zukhruf:061
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
Bagikan
Az-Zukhruf:063
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmatdan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".
Al-Hadiid:027
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.
Ash-Shaaf:006
Dan (ingatlah) ketika `Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."
Jadi jelaslah bahwa dalam alQuran telah dinyatakan bahwa nabi Isa a.s hanyalah seorang utusan Allah. Maka sampai kapanpun orang-orang nonmuslim yang suka mencari-cari ayat di Alquran untuk membuktikan ketuhanan Isa a.s itu tidak akan pernah ada, dan yang ada hanyalah asumsi mereka saja.
Langganan:
Postingan (Atom)